ZMedia Purwodadi

Alumni Nahdliyin UGM Tolak Izin Tambang untuk Ormas Keagamaan

Daftar Isi


 Jakarta, LubaiAktual.com - Sebanyak 68 alumni Nahdliyin UGM menyampaikan petisi menolak pemberian izin tambang kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan. Penolakan ini terkait dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP Nomor 96 Tahun 2021 mengenai Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak, menjelaskan bahwa penolakan di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) terjadi karena PBNU belum mampu menjelaskan manfaat pengelolaan tambang bagi umat, khususnya kaum Nahdliyin. Menurut Zaki, pernyataan Gus Yahya, "Kami mengajukan izin tambang, karena kami butuh," dinilai terlalu pragmatis.

"Terkesan sangat pragmatis. Di tengah banyaknya penolakan dari kaum Nahdliyin, Gus Yahya sebaiknya membuka dialog terbuka dengan mereka. Jangan bergerak sendiri," tegas Zaki. Dia juga menekankan pentingnya PBNU menjelaskan dampak lingkungan dari tambang yang akan dikelola.

Banyak aktivis muda NU mengkhawatirkan kerusakan lingkungan akibat tambang batubara. Mereka kecewa karena PBNU lebih mengedepankan keuntungan ekonomi. Menurut Zaki, PBNU harus meyakinkan warga Nahdliyin bahwa tambang yang akan dikelola bersifat ramah lingkungan. "Tidak ada salahnya melibatkan anak muda NU yang idealis dalam proses pengawasan tambang," tuturnya.

Penolakan ini juga dipicu oleh dugaan bahwa izin tambang adalah "balas jasa politik" dari Jokowi atas kemenangan Prabowo-Gibran pada Pilpres lalu. "Beberapa pihak khawatir NU terjebak dalam politik praktis. NU harus berpegang pada khittahnya dengan menjaga jarak dari politik praktis," papar Zaki.

Anak-anak muda khawatir NU akan diperalat oleh kekuasaan setelah mendapat "gula-gula". Kekhawatiran ini beralasan karena cara seperti ini telah dilakukan Jokowi untuk mengkooptasi parpol dan ormas.

Zaki menilai protes dan keberatan kalangan muda NU sudah seharusnya direspons positif oleh pimpinan PBNU dengan membuka ruang diskusi dan dialog. "Tujuan mereka sangat baik, untuk menjaga marwah dan martabat jamiyyah NU dari berbagai godaan politik," pungkas Zaki. (FR)