ZMedia Purwodadi

Sopir Truk Keluhkan Maraknya Pemalakan di Ruas Jalan Muara Enim

Daftar Isi

Tanjung Agung (Muara Enim), LubaiAktual.com - Para sopir truk angkutan barang lintas provinsi mengeluhkan maraknya aksi pemalakan oleh preman terhadap para sopir truk di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Aksi pemalakan terhadap sopir truk angkutan barang ini dilakukan berjamaah, berderet di titik ruas jalan tertentu di wilayah kabupaten ini.

Salah satu aksi pemalakan yang dikeluhkan para sopir truk adalah di Desa Lambur, Tanjung Agung, Muara Enim.

Mereka bergerombol dan sengaja berdiri di tengah jalan untuk menghadang truk-truk yang melintas untuk dimintai upeti berupa uang tunai sejumlah tertentu.

Pemalakan oleh para preman ini, per orang biasanya meminta Rp 2.000. Nilainya memang kecil, namun para pelaku aksi premanisme ini jumlahnya banyak.

Para preman ini umumnya menggunakan senter dan diarahkan ke truk yang akan dipalak.

Aksi pemalakan ini sudah dikeluhkan sejak lama terjadi di Sumatera Selatan dan membuat uang saku sopir yang diberikan majikan pemilik truk untuk bekal perjalanan mengantar barang ke tujuan, termasuk membeli BBM, habis di tengah jalan.

Jika tidak diberi uang, biasanya mereka mengancam akan memecah kaca truk atau melukai pengemudi.

Sebuah postingan video di akun Instagram @romansasopirtruck menggambarkan tayangan live aksi pemalakan di Desa Lambur, Tanjung Agung Muara Enim.

Menurut unggahan tersebut, aksi pemalakan ini tidak berani mereka lakukan terhadap bus-bus antar kota yang melintas maupun terhadap mobil pribadi.

Satu titik paling dikit ada 15 orang, per orang ngasih 2.000 rupiah, dikali 15 orang, udah ketahuan 30ribu rupiah. Padahal menurut pengirim video, tidak hanya di tempat itu saja aksi punglinya. Misal tidak diberi, ancamannya ya pecah kaca. (*)