ZMedia Purwodadi

Empat Anak Korban 'Mami Yeyen' Jalani Pembinaan Sebelum Dipulangkan ke OKU

Daftar Isi

Surabaya, LubaiAktual.com - Mami Yeyen alias MK, 24, warga Ogun Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, jadi otak prostitusi anak online yang memanfaatkan aplikasi MiChat. Polisi menggerebek Mami Yeyen bersama enam tersangka lain yang diduga membantu Mami Yeyen untuk menjalankan bisnis esek-esek itu di Surabaya.

Satreskrim Polrestabes Surabaya juga mengamankan empat anak di bawah umur 18 tahun yang dijadikan sapi perahan oleh Mami Yeyen. Keempat gadis berusia 15-17 tahun itu dipaksa untuk melayani 10-20 lelaki hidung belang di sejumlah hotel di Surabaya sejak awal 2024.

Semua korban diketahui berasal dari Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Mereka direkrut langsung Mami Yeyen yang juga berasal dari OKU Sumsel.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, keempat korban trafficking itu telah diserahkan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur. Anak-anak itu menjalani pendampingan dan pemulihan kejiwaan sebelum dipulangkan ke kampung halaman mereka di Sumatera Selatan.

"Para korban karena masih di bawah umur dan asalnya luar Surabaya, maka kami titipkan di SP3A Provinsi Jatim untuk dibina dan dipulangkan," kata Hendro Sukmono hari ini.

Hendro menjelaskan, praktik prostitusi anak ini terungkap setelah salah satu korban kabur dari hotel. Sebab selama menjadi PSK mereka tak pernah diberi imbalan uang seperti yang dijanjikan oleh Yeyen.

Tujuh pelaku dan empat korban diamankan di dua lokasi. Mereka digerebek di Tower A dan B sebuah apartemen di kawasan MERR Sukolilo, Surabaya. Mami Yeyen mempekerjakan anak-anak sebagai pekerja seks sejak bulan Januari 2024. (Rend)