ZMedia Purwodadi

Pemdes Sumber Mulya Kembangkan Hortikultura Untuk Entaskan Kemiskinan

Daftar Isi

Muara Enim, Lubai Aktual – Pemerintah Desa (Pemdes) Sumber Mulya mengambil langkah besar dalam meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi kemiskinan ekstrim. Mereka telah memulai pengembangan tanaman hortikultura di lahan tidur seluas +- 5.750 meter persegi, yang terletak di sebelah kantor desa.

Komoditas yang ditanam di kawasan hortikultura ini mencakup cabai, terong, kangkung, caisim, pepaya, dan berbagai tanaman lainnya.

Langkah ini dipimpin oleh Kepala Desa Sumber Mulya, Parlindungan Lubis. Ia menjelaskan bahwa pengembangan hortikultura merupakan upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi inflasi di desa mereka.

Saat dijumpai redaksi Lubai Aktual di lahan pertanian, Rabu (27/09/2023), Lubis menekankan bahwa pengembangan produk holtikultura merupakan wujud inovasi petani. Meskipun demikian, pertanian holtikultura ini tidak bisa sukses tanpa dukungan dari pemerintah.

“Tanaman hortikultura adalah alternatif yang menguntungkan. Kami berharap dapat membangun pasar agrobis di masa depan untuk menjual produk pertanian masyarakat kami. Saya bermimpi Desa Sumber Mulya bisa menjadi tujuan utama pembeli dari daerah lain yang memerlukan produk pertanian,” ujar Lubis.

Pemdes Sumber Mulya berharap pemerintah daerah Muara Enim turut berkontribusi dalam pengembangan sektor hortikultura. Menurutnya, bantuan seperti bibit tanaman, traktor, dan penyuluhan akan meningkatkan produktivitas petani.

Lubis mendorong para petani, terutama generasi muda petani milenial, untuk terus mengembangkan pertanian organik. Ia menyadari bahwa kompetisi semakin ketat, dan produk lokal harus menjaga kualitasnya mereka agar semakin survive.

“Untuk bersaing, produksi hortikultura harus berkualitas tinggi, sehat, dan aman untuk dikonsumsi. Standard budidaya juga harus memenuhi standar global karena permintaan produk organik diperkirakan akan terus meningkat,” ungkapnya.

Lubis bercita-cita menjadikan Desa Sumber Mulya sebagai salah satu dari 1.000 desa pertanian organik yang sesuai dengan visi nawacita Presiden. Ini sejalan dengan tagline “Go Organic” yang telah digaungkan oleh Kementerian Pertanian sejak tahun 2010. (Redaksi)