ZMedia Purwodadi

Protes Keras Kinerja Kejati, Ibu-Ibu di Sumsel Gantung BH

Daftar Isi

Palembang, Lubai Aktual – Aksi massa dari Aliansi Ormas Aktivis Sumatera Selatan yang berlangsung di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi sorotan, Selasa (29/08/2023).

Dalam aksi tersebut, para ibu-ibu demonstran dengan kreatif menggantungkan pakaian dalam wanita (BH) di pagar kantor Kejati sebagai bentuk protes terhadap kinerja lembaga hukum di Sumsel.

Aksi tersebut diwarnai oleh kelompok massa yang menggunakan mobil komando, pengeras suara, serta spanduk tuntutan. Beberapa di antara mereka juga membakar ban bekas sebagai simbol protes yang tegas terhadap isu hukum di Sumsel. Demonstran mengharapkan penegakan hukum yang adil, terbuka, dan transparan tanpa campur tangan pihak tertentu.

Para aktivis yang menghadiri aksi tersebut termasuk Ruben Alkatiri, Sanusi, S.H., Yan Coga, dan lainnya. Mereka meminta Kejati Sumsel untuk bertindak tegas dan adil dalam menangani masalah hukum di wilayah tersebut.

Aliansi Ormas Aktivis Sumsel juga akan mengajukan permintaan kepada Pengawas Jaksa (Jamwas) agar pejabat-pejabat tinggi di Kejati Sumsel diperiksa mengenai harta kekayaan mereka.

Ruben Alkatiri menekankan bahwa pihaknya menginginkan penanganan hukum yang adil dan transparan tanpa campur tangan eksternal. Ia juga mengimbau agar pejabat publik melaporkan harta kekayaan mereka sesuai prosedur.

Rubi Indiarta menyuarakan kekecewaannya terhadap proses hukum di Kejati Sumsel yang dinilai tidak sesuai harapan. Aliansi Ormas Aktivis Sumsel meminta penanganan laporan mereka dikecualikan dari campur tangan pihak-pihak tertentu. Mereka juga mendesak untuk membuka kasus temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumsel.

Yan Coga menyoroti empat poin utama dalam aksi tersebut. Pertama, dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi oleh Kejati Sumsel. Kedua, tuntutan agar kasus KONI Sumsel diusut secara adil dan transparan. Ketiga, harapan bahwa semua laporan LSM diurus dengan seadil mungkin. Keempat, permintaan agar pejabat Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan melaporkan harta kekayaan mereka sesuai etika.

Risdiana menegaskan bahwa aksi menggantungkan BH adalah ekspresi kekecewaan terhadap kinerja Kejati Sumsel dalam menangani kasus korupsi. Aksi tersebut diharapkan menjadi pesan kuat untuk penegakan hukum yang lebih baik di masa depan.

Dengan aksi kreatif dan tegas ini, Aliansi Ormas Aktivis Sumsel mengingatkan akan pentingnya integritas dan keadilan dalam penegakan hukum. Mereka berharap Sumatera Selatan akan menjadi daerah yang lebih baik dan bebas dari korupsi di masa yang akan datang. (Tim)