ZMedia Purwodadi

Sakit Hati Berujung Tragis: Warga Lubai Aniaya Tetangga Hingga Meninggal Dunia

Daftar Isi


Muara Enim, Lubai Aktual - Peristiwa tragis terjadi di Muara Enim, saat seorang tersangka bernama Ermanyadi menganiaya dengan kejam hingga mengakibatkan kematian. Kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat (23/06/2023) sekitar pukul 05.30 WIB.

Peristiwa ini terjadi pada saat Iriyanto (50) sedang mengendarai sepeda motor bersama istri dan anaknya, Lismayanti (50) dan Poni Marcuri (28), menuju ke kebun untuk menyadap karet.

Ketika mereka melintas di depan rumah tersangka, tanpa basa-basi tersangka langsung membacok Iriyanto dengan sebilang parang. Saat sepeda motor korban terjatuh, tersangka kemudian membacok Poni Marcuri berulang kali. Saat itu, Lismayanti berusaha menyelamatkan Poni Marcuri, namun juga terkena serangan parang tersangka dan mengakibatkan luka di kedua tangannya.

Untungnya, istri tersangka, Helda Wati, keluar rumah dan berusaha melerai dengan cara memukul tangan tersangka menggunakan bambu, sehingga parang yang dipegang tersangka terlepas. Warga sekitar segera menolong para korban dan membawa mereka ke Puskesmas Beringin. Namun, dalam perjalanan, Poni Marcuri meninggal dunia.

Motif kejadian ini terkait dengan pohon jambu yang korban tanam. Menurut tersangka, tanaman tersebut sudah melampaui batas tanah miliknya. Saat tersangka memperingatkan korban, tersangka justru dimarahi oleh korban. Rasa sakit hati inilah yang memicu tersangka melakukan penganiayaan terhadap Iriyanto, Lismayanti, dan Poni Marcuri.

Setelah menerima laporan tersebut, Kapolsek Rambang Lubai, AKP Henrinadi, S.H., M.H., bersama dengan Ps. Kanit Reskrim Bripka Dali Warsah, S.H., dan anggota lainnya, melakukan penyelidikan terkait kasus penganiayaan ini.

Berdasarkan informasi dari warga, diketahui bahwa tersangka masih berada di rumahnya di Dusun I, Desa Kota Baru, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim.

Tersangka berhasil diamankan bersama barang bukti yang ada, dan kemudian dilakukan interogasi awal. Tersangka mengakui perbuatannya dalam melakukan penganiayaan tersebut. Pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polsek Rambang Lubai untuk pemeriksaan yang lebih intensif.

Dalam kasus tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian ini, tersangka dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 Kitab Undang-undang Hukum Pindana (KUHP) dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.

Polsek Rambang Lubai berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus penganiayaan yang mengakibatkan kematian ini secara profesional dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Semua proses penyidikan dan pengadilan akan dilakukan dengan transparansi dan integritas, demi mencapai keadilan bagi para korban dan masyarakat umum. (Redaksi)