ZMedia Purwodadi

5 Perangkat Desa di Beringin Dalam Dicopot Karena Alasan Politik

Daftar Isi
5 Perangkat Desa di Desa Beringin Dalam Dicopot Karena Alasan Politik

Ogan Ilir, Lubai Aktual – Desa Beringin Dalam, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, mengalami perombakan perangkat desa baru-baru ini. Lima perangkat desa, yaitu Muhammad Basir (Kadus 1), Untung Suryadi (Kadus 2), Yudi Yanson (Kasi Pemerintahan), Ujang Lekat (Kasi Pelayanan), dan Suhardi Agus (Kasi Kesejahteraan), dipecat oleh Kepala Desa yang baru dilantik pada 12 Desember 2022.

Muhammad Basir, salah satu perangkat desa yang dipecat, meminta penjelasan kepada Kepala Desa Beringin Dalam, Victor Oktarino melalui pesan messenger. Dalam jawabannya, Victor dengan tegas menyatakan bahwa pemecatan tersebut dilakukan untuk memberikan penghargaan kepada pendukungnya yang telah berjuang memenangkan dirinya dalam pemilihan Kepala Desa.

“Saya sudah menanyakan kepada Kepala Desa mengenai alasan pemecatan saya, karena sebelumnya tidak ada teguran atau Surat Peringatan (SP). Jawaban dari Pak Kades adalah dia ingin membalas jasa orang-orang yang telah mendukung dan memenangkan beliau saat Pilkades,” ungkap Basir.

Tidak puas dengan pemecatan tersebut, Basir dan Untung mengadukan permasalahan ini kepada Ketua DPD LSM Wadah Generasi Bangsa (LSM WGAB) Provinsi Sumatera Selatan. Mereka meminta LSM tersebut untuk mendampingi mereka dalam menghadapi situasi ini.

“Kami sudah mengajukan sanggahan ke Kecamatan, tetapi tidak ada hasilnya. Oleh karena itu, kami meminta bantuan LSM untuk mendampingi kami dalam melaporkan masalah ini ke Kecamatan dan pihak penegak hukum. Kami tidak akan mundur, bahkan sampai ke tingkat Kasasi,” tambah Basir.

Setelah menerima pengaduan dan bukti yang cukup, Ketua DPD LSM WGAB, D. Erwin Susanto, berusaha mengklarifikasi melalui WhatsApp kepada Ariyadi, S.P., M.Si., selaku Camat Rambang Kuang pada Rabu (03/05/2023). Sayangnya, pesan WhatsApp yang dikirim oleh Erwin tidak mendapatkan respons.

Merasa diabaikan, Erwin dan tiga pelapor akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Kantor Camat Rambang Kuang pada Senin (08/05/2023) guna melakukan klarifikasi dan konfirmasi langsung.

“Saya sudah mengirim pesan WhatsApp kepada Camat Rambang Kuang, tetapi tidak mendapatkan respons sama sekali. Oleh karena itu, saya mengajak para pelapor untuk bertemu langsung dengan Camat. Kami disambut baik oleh Sekcam Rambang Kuang, Bapak Hermawan,” jelas Erwin.

“Kedatangan kami bertujuan untuk mempertanyakan dasar hukum yang digunakan oleh Camat dalam menerbitkan surat rekomendasi pemberhentian perangkat desa yang menurut kami tidak sesuai dengan Pasal 5 ayat (3) Permendagri nomor 67 tahun 2017 tentang perubahan atas Permendagri Nomor 83 tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa,” ungkap Erwin.

Selain itu, LSM WGAB juga menyampaikan beberapa temuan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Desa Beringin Dalam, termasuk dugaan pungli, jual beli jabatan, dan maladministrasi dalam proses pengangkatan perangkat desa yang baru.

Kepada awak media, Erwin menyampaikan bahwa para pelapor telah meminta agar permasalahan ini segera ditindaklanjuti secara hukum.

“Jika dalam tujuh hari kerja tidak ada tanggapan dari pihak kecamatan, kami akan melaporkan semua pihak yang terlibat ke PTUN dan Ditreskrimsus Polda Sumsel sesuai dengan dugaan pelanggaran masing-masing berdasarkan hasil investigasi dan laporan yang kami terima,” tegas Erwin.

Peristiwa pemecatan lima perangkat desa di Desa Beringin Dalam, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, menjadi sorotan karena diduga berkaitan dengan alasan politik. (Redaksi)